Sabtu, 07 November 2020

Pandemi Covid 19 membuat Batik banyak yang Tertumpuk

Pandemi Covid 19 sangat berdampak pada semua sektor kehidupan. Usaha Batik Tulis oleh sebagian besar masyarakat di Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta juga terkena dampak yang sangat luar biasa. Produk batik tulis yang dihasilkan tidak dapat terjual sama sekali. 
Akhirnya  para perajin Batik Tulis di Kampung Batik Giriloyo ini terpaksa mencari jalan lain untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari hari.
Ada yang membuka usaha baru di bidang kuliner, ada yang berjualan masker secara online dan sebagainya. Yang penting bagaimana caranya bisa menghasilkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa Pandemi Covid 19 ini. 
Semoga Pandemi segera berahir. amin

Senin, 08 Juni 2020

Protokol New Normal


Basis perubahan ini adalah edukasi yang terus menerus oleh keluarga, oleh karena itu kita sangat berharap peran keluarga dalam perubahan adaptasi kebiasaan baru ini menjadi sesuatu yang harus dilaksanakan bersama-sama.oleh karena itu anggota keluarga yang mulai beraktivitas di luar rumah harus turut bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga di rumah. Jangan sampai tidak menyadari bahwa usai kembali ke rumah membawa virus tersebut ke rumah, terlebih orang yang terinfeksi Covid-19 memiliki gejala yang beragam ada yang bergejala berat, sedang, ringan bahkan tak bergejala. karenanya kebiasaan baru ini harus dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat

Rabu, 22 April 2020

Pandemi Covid !9 (Corona)

Hampir semua negara di dunia ini dilanda pandemi Covid 19 atau lazim disebut Corona. di Indonesia sendiri mulai dirasakan sejak bulan Januari 2020 dan mulai terasa imbasnya sejak pertenngahan bulan maret. Menyikapi kondisi yang demikian maka pemerintah mulai membuat aturan aturan atau anjuran kepada masyarakat untuk saling jaga jarak (social distancing). Bukan itu saja, anjuran ataupun peraturan lain juga terus diterapkan kepada dinas-dinas atau intansi pemerintah serta lembaga lembaga yang ada agar bekerja dari rumah (work from home). Hal ini dilakukan semata mata untuk memutus rantai penyebaran virus Corona tersebut. 
Luar biasa dampak yang ditimbulan oleh pandemi ini. dampak ekonomi, sosial-budaya, agama dan semuanya dampak tertumpah atas pandemi ini dan hari demi hari terus bertambah orang yang terpapar virus corona, dan bahkan banyak yang meninggal dunia baik pasien maupun tenaga medis serta dokter yang menangainya. Melihat kondisi yang demikian menyedihkan kemudian beberapa seniman termasuk grup musik Religi "Bimbo" menciptakan lago tentang Corona ini yag syairnya bisa anda nikmati di Youtube #batiksekarkedhaton di beranda ini. Lagu ini sdikit banyak memberi pesan moral kepada masyarakat, bahwa segala yang ada pada kita bukanlah milik kita. Dan semua akan kembali pada sang Pemilik.. (Tuhan Yang Maha Esa)

Jumat, 28 Desember 2018

Senin, 05 Maret 2018

PROSES PRODUKSI BATIK


Proses produksi pembuatan batik dimulai dengan menyiapkan peralatan dan perlengkapan. Setelah itu membuat motif atau pola batik pada kain. Lalu proses membatik dapat dimulai dengan menggunakan canting yang telah dicelupkan pada malam (lilin) yang sudah dicairkan dan disaring. Setelah selesai proses membatik tahapan selanjutnya adalah pewarnaan. Setelah proses pewarnaan kain direbus pada air mendidih untuk menghilangkan malam. Kemudian kain dicuci bersih lalu dijemur. Setelah di jemur, kain batik yang sudah jadi dikemas. Dalam proses pengemasan, tidak ada label yang menandakan bahwa produk batik yang dikemas merupakan produk batik dari Sekar Kedhaton.

Peralatan Produksi
Peralatan-peralatan yang digunakan untuk proses produksi antara lain: canting, wajan, kompor, gawangan, saringan malam, dhingklik (tempat duduk), bak celup, timbangan, dan taplak. Di KUB Batik Sekar Kedhaton terdapat peralatan produksi yang sudah tua dan rusak. Adapun peralatan yang perlu diganti adalah gawangan dan timbangan. Timbangan yang dibutuhkan untuk proses produksi adalah timbangan analitik. Timbangan ini dibutuhkan untuk menakar pewarna yang digunakan untuk pewarnaan batik supaya takarannya tepat. Kondisi gawangan dan timbangan analitik yang rusak akan menghambat jalannya proses produksi.

Selasa, 16 Mei 2017

Lilin panas tumpah di kaki

LILIN PANAS TUMPAH DI KAKI"
>Ketika lagi semangat menorehkan 
lilin panas pada media kain tiba tiba tangan menyenggol gawangan yang kemudian canting terlepas dari tangan, lalu... tumpahlah cairan lilin tersebut dan mengenai kaki.. Panas. Dan terkelupas kulit kakiku.
Dilanjut besok ya..  karna kakiku benar benar sakit..

Hari ini (hari Ke 2)
dari saat terjadinya peristiwa mengerikan kemaren tentunya saya akan lebih berhati-hati untuk menyikapi lilin panas maupun alat-lat yang lain yang saya gunakan untuk membatik. Perlu di perhatikan tingkat keamanannya karena lilin terus panas saat kita membatik agar tidak terjadi peristiwa yang lebih mengerikan lagi dari kemaren.
Untuk bahaya dari alat-alat atau bahan yang lain yang perlu diperhatikan adalah: Kompor minyak: Dalam membatik ini, kompor adalah sumber pengapian untuk memanaskan-melelehkan lilin sehingga menjadi cairan panas yang akan kita gunakan untuk membatik. 

Dilanjut Besok lagi ya....

Minggu, 19 Februari 2017

Belajar Batik Di Gazebo Batik Giriloyo

Praktek membatik: Siswa SMPN1 Citeureup-Bogor : Foto by. Jazir Hamid
Suasana pagi yang cerah tapi sedikit mendung. tapi lumayan belum turun hujan. Sudah beberapa hari belakangan selalu hujan dan  disertai angin kencang, membuat aktifitas pengrajin batik di Giriloyo sedikit terhambat dan peserta wisata belajar batik pun berkurang.
Tapi Alhamdulillah di pagi ini (20 Februari 2017) di Wilayah Imogiri termasuk di sentra kerajinan Batik Tulis Giriloyo tidak hujan dan dikunjungi sekitar 200 Siswa-siswi SMPN 1 Citeureup-Bogor untuk belajar batik.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 8.15 menit dan langsung berkumpul di pendopo (Joglo) di antara gazebo-gazebo batik Giriloyo untuk  mendengarkan paparan  tentang batik oleh salah satu pengurus Paguyuban Batik Tulis Giriloyo selama kurang lebih 25 menit, baru kemudian dilanjutkan praktek membatik.
Asyiknya Belajar Batik
Asyiknya Belajar Batik
INFO WA: 081328628227
Peserta pun mulai menuju tempat yang telah disediakan. 
Ada beberapa kompor dan wajan yang sudah terisi malam/lilin batik mencair yang artinya sudah siap digunakan untuk membatik. Satu demi satu para peserta belajar batik diberi selembar kain yang telah didesain sedemikian rupa oleh pemandu/pendamping masing-masing dan diberi penjelasan bagaimana cara membatik. Dengan begitu antusias mereka mendengarkan penjelasan dari pemandu dalam belajar batik tulis. Kemudian mulailah menorehkan lilin/malam cair-panas menggunakan canting di atas media kain.
Setiap satu kompor-wajan digunakan untuk 5 peserta dan didampingi 1 pemandu. Pemandu di sini beretugas untuk mengarahkan, mengawasi dan menyempurnakan menyanting jika ada hasil cantingan para peserta yang dianggap kurang sempurna. 
Setelah selesi pencantingan/pembatikan maka proses selanjutnya adalah pewarnaan (memberi warna) pada kain yang sudah dibatik dan baru kemudian setelah selesai pewarnaan dilakukan proses "pelorodan" atau melepaskan lilin/malam yang menempel pada kain dengan cara direbus.

Mendalami Warna Alam melalui Kursus/Privat

Pewarnaan sintetis pada batik kini mulai dibatasi. Dampak lingkungan adalah sebagai alasnnya. Pasalnya, pewarna sintetis yang digunakan untuk pewarnaan batik ini disinyalir tidak ramah lingkungan dan tidak aman bagi kesehatan.
Solusinya, kini pengrajin batik mulai menggunakan pewarna alam untuk batiknya karna pewarnaan alam ini cukup ramah lingkungan dan nyaris tidak ada limbah berbahaya, baik untuk kesehatan maupun untuk lingkungan. Zat Warna Alam diperoleh dengan cara mengekstrak bahan baku: dari daun, buah, kulit buah, kayu, kulit kayu yang bisa kita peroleh dari ligkungan sekitar. Nah, jika belum tahu soal bagaimana caranya dan apa saja yang bisa kita gunakan untuk kita jadikan Zat Warna Alam di halaman lain blog inilah anda akan menemukan jawaban, atau anda bisa mengambil paket kursus/privat warna alam. 
Info Lebih lanjut silahkan hubungi: 
Batik Sekar Kedhaton
Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta 55782
WA. 081215969703

Anda bisa mengambil paket Kursus/Privat Warna alam dengan beaya relatif lebih murah

Sabtu, 13 Agustus 2016

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo

http://batikwarisanbudaya.blospot.com

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo, melayani kursus batik tulis dan peewrnaan alam.
Memproduksi batik tulis  tradisional (Klasik).
Alamat> Goiriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. INDONESIA
WA: 081215069703

Kamis, 11 Agustus 2016

My experience making Batik

Yonghwan Choi

For me, It was my first time Batik in Indonesia and I was really excited to heard that I’m going to make it myself. The owner gave me white cloth and sample of flower picture, and I drew it flower on the white cloth with my pencil. The tool which is used to dye the cloth was difficult to use for me, so I was really surprised that traditional batik manufacturer’s sophisticated pattern in batik. During making batik, I felt that it really needs skills for many years and It was really good experience. After making it, I just wanted to show it to my family and friends in Korea.

Sabtu, 12 Desember 2015

Motif Tradisional Pada Sentra Batik Tulis Giriloyo

Perkembangan batik tulis di sentra kerajinan batik Tulis Giriloyo ditandai dengan munculnya beberapa kelompok pengrajin batik tulis. Di dusun Giriloyo ini tak kurang dari 15 kelompok pengrajin yang masing-masing mempunyai karakteristik produk yang berbeda-beda meskipun inti atau pokok motifnya sama. 
Motif-motif yang terdapat di dusun Giriloyo adalah motif tradisional. Di antaranya adalah motif Sido Asih, Sido Luhur, Sido Mukti, Wahyu temurun, sekar jagad dan motif-motif tradisional sebangsanya, dan biru coklat-sogan adalah warna yang diterapkan pada batik motif tradisional tersebut. 

Selasa, 03 November 2015

Paket Belajar Batik di Dusun Giriloyo

Desa Wisata Giriloyo, termasuk salah satu sentra batik tulis baik tradisional maupun batik-batik kontemporer. Selain memproduksi batik tulis di kampung ini melayani paket wisata belajar batik singkat dengan durasi 2-3 jam di atas media kain ukuran sekitar 30 X 30 Cm dengan biaya berfariasi tergantung paket yang diambil.
Paket I. Belajar Batik dengan fasilitas dipandu satu orang pengrajin untuk tiap 5 peserta, kain yang telah didesain, pewarnaan Rp. 27500,-/peserta. 
Paaket 2. Belajar Batik dengan fasilitas dipandu satu orang pengrajin untuk tiap 5 peserta, kain yang telah didesain, pewarnaan, Snack + minum Rp. 30.000,-/peserta
Paket 3. Belajar Batik dengan fasilitas dipandu satu orang pengrajin untuk tiap 5 peserta, kain yang telah didesain, pewarnaan, Makan nasi Box + Air mineral, Wedang Uwuh Rp. 50.000,-/peserta
keterangan lebih lanjut bisa hubungi:
Jazir Hamid
WA: 081328628227

Kamis, 17 September 2015

Produk Batik Tulis September

Motif Ceplok,,,,, 

BAtik Tulis latar putih

Sido Mukti sungut = Truntum

Wahyu Temurun

Warna Alami

Wahyu Temurun Latar putih (Bledak)

Gelombang Cinta (Warna Alam: Jolawe dan Mahoni)

TIPS MEMBUAT BATIK YANG BAIK

Untuk menghasilkan kain batik yang baik,diperlukan pemilihan jenis kain dan bahan membuat batik yang sesuai dengan standart batik yang ingin dihasilkan.
Yang membedakan kualitas dari suatu batik adalah bahan untuk membuat batik, yang terdiri dari bahan kain dan malam/lilin serta tidak kalah pentingnya yaitu cara membatik. Bahan kain untuk batik banyak ragamnya, dari kain sutra sampai katun biasa. Hal ini harus diperhatikan ketika akan membatik harus tau peruntukannya.
Indonesia sangat kaya akan budaya, suku, ras, dan agama. Oleh karena itu tiap daerah mempunyai motif/corak batik yg berbeda-beda dan menjadikanya itu unik. Tidak ada salahnya Anda eksplor motif-motif batik yang unik dan khas, misalnya motif “mega mendung” menjadi motif khas pada batik Trusmi Cirebon atau motif batik Sido Mukti, Sido Asih, Sido Luhur, Wahyu Temurun dari Yogyakarta ataupun Solo yang khas berbeda dengan motif batik daerah lain. Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi.
Secara garis besar dalam batik itu terdiri dari warna “tanah” dan warna motif/corak batik. Yang perlu diperhatikan dalam memilih warna batik adalah warna dominan dasar batik atau biasa disebutbackground / “tanah”. Warna dasar inilah yang bisa digunakan patokan untuk mengkominasikan warna-warna isiannya. 

Kain Mori yaitu kain yang berasal dari bahan kapas dan telah melewati proses pemutihan.Terdapat beberapa tingkatan kwalitas kain mori,yaitu :

Mori Primissima
Termasuk jenis kain mori yang paling tinggi kualitasnya. konstruksi anyaman rapat sehingga pegangan kainnya halus dan padat. Namun kemampuan daya serap kurang. Sehingga untuk meningkatkan daya serap, saat ini telah diproduksi mori primissima mercerized salah satu proses di pabrik tekstil agar menghasilkan kain cotton (katun) yang apabila kain dicuci tidak banyak menyusut, dan penyusutannya tidak lebih dari 10%.
ataupun . Dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, Bendera. 
Voliasme yang berkwalitas hampir menyamai primisima, bedanya memiliki benang yang lebih tipis.
Berkolin : Lebih unggul dari primisima karena telah diolah agar memiliki daya serap yang lebih tinggi. Kwalitas sedang. 

Mori Prima: merupakan mori kualitas sedang dengan spesifikasi nomor benang sedikit lebih kasar, tebal benang labih rendah. Saat ini juga telah diproduksi mori prima mercerized dengan merek dagang antara lain Bendera,  Kupu, Ayam Mas, Menjangan. 
Kain mori biru Kwalitasny paling rendah di antara kain-kain katun untuk bahan batik. kain ini memiliki tekstur kain yang kasar.



Selain ketiga jenis mori diatas, seiring dengan majunya perkembangan tekstil dunia maka kain katun yg digunakan semakin beragam jenisnya. Hal inipun dimanfaatkan pengrajin batik karena kualitasnya juga sangat bagus dan baik. Diantaranya adalah: 

Katun dobi adalah campuran dari bahan katun dan polyester. Ciri utama dari katun dobi adalah terdapat motif serat yang menarik (kotak, garis, abstrak). 
Kain Cotton Grey /Katun Grey
Kain grey adalah kain tenun benang kapas yang tidak mengalami proses pemutihan, sehingga warnanya masih alami. Kain grey dapat diklasifikasikan sebagai berikut: yaitu kain tenun kapas olahan pabrik. Di pasaran terdapat kain blacu dengan lebar 90 cm, 115 cm, dan 150 cm. Yaitu kain tenun kapas yang dihasilkan dengan menggunakan alat tenun bukan mesin, diproduksi dengan desain struktur anyaman yang dibuat dengan doby. 
Kain tenun Gedhog Kain tenun gedhog dibuat dari serat kapas dengan alat tenun tradisional batik. Batik yang menggunakan tenun gedhog merupakan ciri khas batik Tuban. Tidak diketahui secara pasti kapan kain tenun gedhog mulai diproduksi. Disebut tenun gedhog karena bunyi ”dhog-dhog” yang terdengar pada saat proses menenun. 
Kain Sutera:
Keunggulan dan keistimewaan dari sutra antara lain:
  • Merupakan bahan yang sangat kuat sebanding dengan kawat halus terbuat dari baja.
  • Sutra juga lembut saat menyentuh kulit.
  • Bahan sutra mampu menyerap kelembaban dan cairan cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis.
  • Bahan sutra memiliki ciri khas yaitu berkilau seperti mutiara. mempynyai efek kilau yang indah pada sutra ketika terkena sinar matahari.
  • Salah satu kemampuan istimewa sutra adalah mampu melindungi kulit tubuh dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit.

Sabtu, 12 September 2015

Refleksi Brigitta Dyah Karisma (KKP USD) 2015

Seperti kebanyakan mahasiswa Fakultas Ekonomi yang akan mengikuti KKP, rasa takut sudah menghantui saya terlebih dahulu. Baik itu ketakutan mendapatkan tempat yang tidak enak, atau teman-teman yang tidak kompak. Tapi untungnya semua itu tidak terjadi terutama pada diri saya secara pribadi. Saya mendapatkan teman-teman yang oke deh pokoknya. Hal inilah yang membuat motivasi saya untuk mengikuti KKP semakin besar.
Giriloyo, tempat yang sangat strategis dibandingkan dengan tempat-tempat KKP lainnya. Untuk menuju desa Giriloyo mudah dijangkau karena tidak jauh dari jalan utama Imogiri. Saya dan teman-teman (Imogiri 3) tinggal di kediaman bapak Jazir Hamid. Rumah bapak Jazir tidak terlalu besar tetapi nyaman untuk disinggahi.
Banyak kenangan yang tersimpan selama KKP 2 minggu ini terutama dari tiap teman di pondokan tempat kami tinggal. Pada hari pertama memulai aktivitas semua masih terasa asing bagi saya, masih banyak keraguan dan ketakutan yang ada dihati dan pikiran saya. Saya takut apabila tidak dapat menjalani masa KKP ini dengan baik. Namun hari demi hari bisa saya lewati dan perlahan-lahan semua keraguan dan ketakutan saya selama ini seakan hilang begitu saja. Indahnya kebersamaan yang boleh saya alami membuat saya nyaman tinggal di Giriloyo. Karakter kepribadian dari teman sekelompok saya, yaitu Odil, Sandra, Wasi dan Matias, mereka seperti keluarga baru bagi saya, yang meskipun terdiri dari berbagai background serta pola pikir yang berbeda. Dan itulah kelompok Imogiri 3, dimana banyak dinamika yang terbentuk di dalamnya yang justru malah membuat erat satu sama lainnya dan membuat setiap pribadi dari kami menjadi bertumbuh menjadi semakin baik dan lebih baik lagi.
Kesulitan-kesulitan yang kami alami dalam menjalankan program kerja menjadi mudah dilewati karena kekompakkan dan kerjasama di antara kami. Perbedaan yang kami miliki di kelompok, menjadi sauatu pelajaran untuk saya agar lebih menerima perbedaan tersebut. Saya bangga bisa mengenal orang-orang hebat  di kelompok Imogiri 3 karena dengan hadirnya mereka membuat saya lebih dewasa dan bisa lebih bersosialisasi lagi. Selain itu, warga di desa Giriloyo juga bersikap sangat baik dan welcome terhadap kami sehingga kami menjadi lebih nyaman terutama dalam menjalankan program-program kami. Kebiasaan yang dialami setiap harinya menjadi suatu kebiasaan yang tidak bisa dilupakan setelah menyelesaikan KKP ini. Rebutan kamar mandi, ngobrol sampai malam, tidur bareng, tertawa bersama serta makan bersama-sama setiap waktu membuat kebersamaan tersebut tidak ingin berhenti setelah KKP ini saja. Selain itu,hal lain yang membuat saya senang adalah saya banyak belajar hal baru, belajar membatik salah satunya. Ternyata membatik tidak semudah yang dibayangkan, membatik membutuhkan waktu yang lama, harus melalui beberapa proses sehingga menghasilkan sebuah kain batik yang mempunyai nilai jual sangat mahal. Selain membatik saya juga mendampingi belajar anak – anak PAUD. Disitu saya melihat bagaimana mereka belajar dengan kepolosan dan segala tingkah laku mereka sebagai anak – anak, ada yang ketika belajar malah asik bermain sendiri, ada juga yang menangis, ada yang ramai sendiri dengan temannya,dan itu terkadang membuat saya harus belajar ekstra sabar menghadapi anak-anak tersebut dengan segala tingkahnya yang unik.
Di samping itu, pelajaran lain yang saya petik dari hidup di desa adalah belajar tentang kesederhanaan, kerjasama, saling berbagi, tolong menolong, kekompakan, kepedulian terhadap sesama,kasih, saling menghargai, menghormati sesama, itulah yang saya rasakan selama 2 minggu di Imogiri. Dan dengan telah berjalannya KKP ini saya menyadari bergitu menyenangkan mengikuti KKP. Pelajaran yang dialami selama 2 minggu di desa Imogiri (Giriloyo) membuat saya memahami begitu pentingnya kerjasama, kekompakan, memahami satu sama lain, dan kesabaran dalam menjalankan program kerja kami. Dari setiap kekurangan yang kami miliki selalu ada kelebihan yang kami miliki pula untuk melengkapi keluarga Imogiri 3 ini. Dengan pelajaran ini juga saya ingin belajar lebih banyak mengenal orang lain yang belum saya kenal selama ini. Saya juga belajar bahwa memberi itu bukan tentang seberapa mahal yang kita beri, tapi tentang apa yang kita berikan. Cukup dengan senyum tulus dari hati. Dan saya belajar bahwa keluarga itu tidak hanya dibentuk dari hubungan darah. Mungkin apa yang aku dapatkan terlihat simple, tapi ketika dijalani ada banyak dinamika di dalamnya.

Saya menyukai namanya suatu perjumpaan dan saya sangat menyesali adanya perpisahan. Hal ini selalu saya alami jika menemui suatu kumpulan baru dan sifatnya adalah sementara. Saya mengetahui bahwa tidak ada yang pasti dan bertahan secara permanen. Manusia berkembang dan manusia akan terus belajar dan berlari menuju tempat dia hidup. Memang semua adalah proses dan proses KKP ini menjadi masa untuk saya bisa mandiri dan mengenal betapa saya beruntung mengenal orang-orang yang hebat. Betapa saya bersyukur mengenal banyak anak kecil yang ada disana yang membuat saya banyak belajar mengenai kesabaran dan hal ini menyenangkan untuk saya.  KKP itu kisah kasih nyata yang akan selalu bisa melukiskan senyum dan tawa ketika diingat ataupun diceritakan kembali. Bahkan, selalu dirindukan untuk diulang lagi.

Selasa, 25 Agustus 2015

Dasa Warsa Jogja Fashion Week

Latar Belakang Motif Babon Angrem
Memasuki dasawarsa/tahun ke sepuluh Jogja Fashion Week (JFW). Digelar dari tanggal 26-30 Agustus 2015 di Jogja Expo Center dengan tema “Swarna Archipelago”. Kesempatan emas bagi perancang busana atau desainer dan para model untuk berkiprah serta mengembangkan masing-masing. Tak ketingalan juga para produsen batik untuk memamerkan hasil karyanya.
Jogja Fashion Week melibatkan rata-rata tigapuluh desainer. Dalam satu dasawarna Jogja Fashion Week diharapkan melibatkan seratus lebih desainer nasional dan internasional. Warna satu dasawarsa Jogja Fashion Week ditekankan pada pengenalan desain berbasis ekspresi desaian pakaian etnis dan kepulauan nusantara. Corak desain yang beragam disimbolisasikan desain sebagai pemersatu kesatuan nasional dalam perbedaan cita, rasa, budaya, selera. Ini sekaligus mengekspresikan Yogyakarta istimewa, di dalamnya desain dan karyanya bisa menyatukan perbedaan.
Dalam satu dasawarsa Jogja Fashion Week dikemas dalam berbagai pertunjukkan fashion show yang merata di berbagai tempat, seperti hotel-hotel, tidak hanya di sentral kegiatan Jogja Expo Center. Batik Sekar Kedhaton juga turut ambil bagian dalam event expo Jogja Fashion Week 2015 di JEC kali ini. Batik Sekar Kedhaton menyajikan produk-produk Batik Tulis batik warna Alam maupun warna sintetis dengan motif-motif tradisional-klasik serta motif-motif kekinian..

Rabu, 05 Agustus 2015

Batik Klasik Yang Elegan

Batik Tulis Motif Sido Mukti Warna Sogan

Batik dikatakan klasik bisa dilihat dari segi motif dan warnanya. Dan batik klasik ini yang mempunyai nilai serta cita rasa seni yang tinggi, hal ini dikarenakan pengerjaan batik ini sangat rumit dan juga memerlukan waktu yang cukup lama. batik klasik mempunyai pola dasar tertentu dengan berbagai macam variasi motif, seperti motif kawung, parang, nitik, tuntum, ceplok, tambal, dan lain sebagainya dan warnanya biasanya cenderung sogan/kombinasi biru-coklat.
 Warna ini dapat membangkitkan rasa kerendahan diri, kesederhanaan dan mem”bumi”, kehangatan, bagi pemakainya


Sedangkan untuk jenis kain yang digunakan dalam pembuatan batik klasik yaitu berupa kain katun putih dengan kwalitas halus dan juga kain sutera putih, batik dengan bahan sutera akan menghasilkan warna yang lebih hidup.

Batik klasik lebih diminati oleh masyarakat daripada batik modern, karena batik bermotif klasik terlihat lebih elegan dan terasa nyaman dipakai. pengemar batik klasik ini tidak hanya masyarakat tertentu saja tetapi digemari oleh semua kalangan baik masyarakat bawah, menengah maupun tingkat atas. Hal ini berimbas pada penjualan kain batik di gerai-gerai batik maupun di toko-toko batik yang di dominasi oleh batik bermotif klasik

Senin, 03 Agustus 2015

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo prepare palces for the natural coloring workshop which can be followed by public.

Some of the participants are from local foreign or foregien countries like from USA, Malaysia, Jepang Etc. Batik Sekar Kedhaton always participated in community Empowerment activity by introducing natural coloring for batik, in the vilages around Yogyakarta, started from the village where Batik Sekar Kedhaton  palace... 

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo Melayani Kursus Batik

Batik Sekar Kedhaton Giriloyo menyediakan tempat untuk pelatihan/Kursus Batik Tulis warna alam yang bisa diikuti oleh masyarakat umum. Bebebrapa peserta yang pernah belajar di tempat kami ada wisatawan lokal maupun manca, seperti dari Jepang, dari Amerika, Swedia dan lain-lain. Kami juga turut andil dalam pengabdian/pemberdayaan masyarakat pelatihan batik di desa-desa wilayah Yogyakarta, dimulai dari desa tempat tinggal kami. Dengan dibentuknya Sanggar Batik Sekar Kedhaton, kami berusaha memanfaatkan tanaman alam dan juga membudidayakan kembali. Kami lindungi dan tanam lagi semua tumbuhan baik yang bisa digunakan sebagai Zat Warna Alam maupun yang tidak.


Pandemi Covid 19 membuat Batik banyak yang Tertumpuk

Pandemi Covid 19 sangat berdampak pada semua sektor kehidupan. Usaha Batik Tulis oleh sebagian besar masyarakat di Giriloyo, Wukirsari, Imog...

Label

Batik Giriloyo (11) Batik Tulis Giriloyo (9) Batik Tulis (6) Batik Sekar Kedhaton (5) Batik warna alam (4) Batik (3) Giriloyo (3) Warna Alam (3) Alat-alat Batik Tulis (2) Belajar Batik (2) Desa Wisata (2) Jazir Hamid (2) Kampung batik Giriloyo (2) Sentra Batik tulis giriloyo (2) dusun Giriloyo (2) Batik Cap (1) Batik Indonesia (1) Batik Klasik (1) Batik Solo (1) Batik Tradisional (1) Batik tren 2014 (1) Belajar Batik Singkat (1) Belajar Batik Tulis (1) Canting (1) Canting Cap (1) Disperindagkop.Kabupaten Bantul (1) Dusun Wisata Budaya (1) Filosofi Motif (1) Gazebo Batik Tulis Giriloyo (1) Harga Produk Batik (1) Industri Batik (1) Kerajinan Batik (1) Kota Batik Dunia (1) Kreatifitas Batik (1) Kursus Batik (1) Kursus Batik tulis (1) Kursus Pewarnaan Batik (1) Kursus dan Private Batik (1) Membuat Batik Tulis (1) Motif Irian (1) Motif Semen (1) Motif Tambal (1) Naptol.Remasol (1) New normal (1) Paket Wisata Belajar Batik (1) Pelatihan Batik (1) Peragaan Busana (1) Pola Batik (1) Pola Semen (1) Proses Pembuatan BAtik (1) Rahardi Ramlan (1) Sejarah Batik (1) Sentara Batik Tulis Giriloyo (1) Teknik Pewarnaan Usap (1) Truntum (1) Tukar Link (1) Visi Misi (1) Wisata Batik (1) Wukirsari (1) Zat Warna Herbal (1) gazebo batik giriloyo (1) imogiri (1) krisis ekonomi (1) kursus batik warna alam (1) lunlungan (1) mada linggau (1) motif batik (1) motif batik tradisional (1) pewarna batik (1) procion (1) produk batik tulis (1) proses produksi (1) sekar jagad (1) sido mukti (1) sidoasih (1) suket (1) sutera (1) warna colet (1) whyu temurun (1)