Tampilkan postingan dengan label Batik Tulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batik Tulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

Produk Batik Tulis September

Motif Ceplok,,,,, 

BAtik Tulis latar putih

Sido Mukti sungut = Truntum

Wahyu Temurun

Warna Alami

Wahyu Temurun Latar putih (Bledak)

Gelombang Cinta (Warna Alam: Jolawe dan Mahoni)

TIPS MEMBUAT BATIK YANG BAIK

Untuk menghasilkan kain batik yang baik,diperlukan pemilihan jenis kain dan bahan membuat batik yang sesuai dengan standart batik yang ingin dihasilkan.
Yang membedakan kualitas dari suatu batik adalah bahan untuk membuat batik, yang terdiri dari bahan kain dan malam/lilin serta tidak kalah pentingnya yaitu cara membatik. Bahan kain untuk batik banyak ragamnya, dari kain sutra sampai katun biasa. Hal ini harus diperhatikan ketika akan membatik harus tau peruntukannya.
Indonesia sangat kaya akan budaya, suku, ras, dan agama. Oleh karena itu tiap daerah mempunyai motif/corak batik yg berbeda-beda dan menjadikanya itu unik. Tidak ada salahnya Anda eksplor motif-motif batik yang unik dan khas, misalnya motif “mega mendung” menjadi motif khas pada batik Trusmi Cirebon atau motif batik Sido Mukti, Sido Asih, Sido Luhur, Wahyu Temurun dari Yogyakarta ataupun Solo yang khas berbeda dengan motif batik daerah lain. Pastikan bahwa perpaduan antara warna motif batik dengan warna dasar batik sesuai dan serasi.
Secara garis besar dalam batik itu terdiri dari warna “tanah” dan warna motif/corak batik. Yang perlu diperhatikan dalam memilih warna batik adalah warna dominan dasar batik atau biasa disebutbackground / “tanah”. Warna dasar inilah yang bisa digunakan patokan untuk mengkominasikan warna-warna isiannya. 

Kain Mori yaitu kain yang berasal dari bahan kapas dan telah melewati proses pemutihan.Terdapat beberapa tingkatan kwalitas kain mori,yaitu :

Mori Primissima
Termasuk jenis kain mori yang paling tinggi kualitasnya. konstruksi anyaman rapat sehingga pegangan kainnya halus dan padat. Namun kemampuan daya serap kurang. Sehingga untuk meningkatkan daya serap, saat ini telah diproduksi mori primissima mercerized salah satu proses di pabrik tekstil agar menghasilkan kain cotton (katun) yang apabila kain dicuci tidak banyak menyusut, dan penyusutannya tidak lebih dari 10%.
ataupun . Dengan merek dagang Kereta Kencana, Crown, Bendera. 
Voliasme yang berkwalitas hampir menyamai primisima, bedanya memiliki benang yang lebih tipis.
Berkolin : Lebih unggul dari primisima karena telah diolah agar memiliki daya serap yang lebih tinggi. Kwalitas sedang. 

Mori Prima: merupakan mori kualitas sedang dengan spesifikasi nomor benang sedikit lebih kasar, tebal benang labih rendah. Saat ini juga telah diproduksi mori prima mercerized dengan merek dagang antara lain Bendera,  Kupu, Ayam Mas, Menjangan. 
Kain mori biru Kwalitasny paling rendah di antara kain-kain katun untuk bahan batik. kain ini memiliki tekstur kain yang kasar.



Selain ketiga jenis mori diatas, seiring dengan majunya perkembangan tekstil dunia maka kain katun yg digunakan semakin beragam jenisnya. Hal inipun dimanfaatkan pengrajin batik karena kualitasnya juga sangat bagus dan baik. Diantaranya adalah: 

Katun dobi adalah campuran dari bahan katun dan polyester. Ciri utama dari katun dobi adalah terdapat motif serat yang menarik (kotak, garis, abstrak). 
Kain Cotton Grey /Katun Grey
Kain grey adalah kain tenun benang kapas yang tidak mengalami proses pemutihan, sehingga warnanya masih alami. Kain grey dapat diklasifikasikan sebagai berikut: yaitu kain tenun kapas olahan pabrik. Di pasaran terdapat kain blacu dengan lebar 90 cm, 115 cm, dan 150 cm. Yaitu kain tenun kapas yang dihasilkan dengan menggunakan alat tenun bukan mesin, diproduksi dengan desain struktur anyaman yang dibuat dengan doby. 
Kain tenun Gedhog Kain tenun gedhog dibuat dari serat kapas dengan alat tenun tradisional batik. Batik yang menggunakan tenun gedhog merupakan ciri khas batik Tuban. Tidak diketahui secara pasti kapan kain tenun gedhog mulai diproduksi. Disebut tenun gedhog karena bunyi ”dhog-dhog” yang terdengar pada saat proses menenun. 
Kain Sutera:
Keunggulan dan keistimewaan dari sutra antara lain:
  • Merupakan bahan yang sangat kuat sebanding dengan kawat halus terbuat dari baja.
  • Sutra juga lembut saat menyentuh kulit.
  • Bahan sutra mampu menyerap kelembaban dan cairan cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis.
  • Bahan sutra memiliki ciri khas yaitu berkilau seperti mutiara. mempynyai efek kilau yang indah pada sutra ketika terkena sinar matahari.
  • Salah satu kemampuan istimewa sutra adalah mampu melindungi kulit tubuh dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kulit.

Kamis, 25 Desember 2014

BATIK TULIS MOTIF TRUNTUM

Motif Truntum
MOTIF TRUNTUM yang diciptakatn oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) ini bermakna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai simbul cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama terasa semakin subur berkembang (tumaruntum). Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pegantin pada hari pernikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggap kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk "menuntun" kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru.

Ratu Kencono yang merupakan permaisuri Paku Buwono III Surakarta Hadiningrat itu, mendekatkan diri pada Sang Pemberi Hidup pada suatu malam. Hingga datanglah sebuah gagasan. Katakanlah semacam inspirasi. Ia melihat langit yang cerah dan bertabur bintang, dan kerlip bintang itulah yang menemani kesepiannya. Ia pun mencium harum bunga tanjung berjatuhan di kebun persinggahannya sebagai bagian dari ide. Ia terus berupaya mendekatkan diri pada Tuhan sambil mulai membuat karya batiknya demi mengisi kekosongan. Membatik baginya seperti halnya berdzikir.

Selang berapa lama kemudian, sang raja menemukan permaisurinya tengah membatik sebuah kain yang indah. Hari demi hari, sang raja pun memerhatikan kesibukan baru sang permaisuri dan kain indah yang dihasilkan. Teriring juga perasaan kasih sayang yang kembali muncul. Itulah mengapa banyak yang menyebut truntum sebagai simbol cinta raja yang bersemi kembali.Secara etimologi, truntum itu sendiri berasal dari isitlah teruntum–tuntum (bahasa Jawa) artinya tumbuh lagi. Taruntum memiliki arti senantiasa bersemi dan semarak lagi. Batik truntum memiliki pola yang halus dan sederhana. Bermotif seperti taburan bunga-bunga abstrak kecil, atau menyerupai kuntum bunga melati. Terkadang berbentuk seperti bintang yang bertaburan di langit. Dilihat dari bentuknya, tentunya butuh waktu sangat lama melukiskan motif truntum dalam selembar kain. 

Motif truntum menggambarkan bunga dilihat dari depan terletak pada bidang berbentuk segi empat. Biasanya menggunakan warna hitam sebagai dasar.Karena nilai sejarah dan ajaran moralnya, motif truntum menjadi salah satu jenis pola batik terkenal di Solo—tempat asal motif batik ini diciptakan pertama kali. Motif tersebut akhirnya menjadi populer di Pulau Jawa. Termasuk juga di daerah sentra batik tulis Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.

Senin, 16 September 2013

Membuat Batik Tulis

Membuat Batik Tulis bisa dibilang gampang-gampang susah. Butuh kesabaran, ketelatenan dan ketekunan serta diperlukan daya imajinasi yang kuat agar batik yang dihasilakn benar-benar indah dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Sebelum mulai membuat batik sebaiknya kenali terlebih dahulu alat dan bahan-bahan batik yang diperlukan.

1. Alat dan Bahan Batik
  • Canting
  • Wajan/anglo
  • Kompor/arang,kayu bakar dsb.
  • Gawangan
  • Dingklik
Alat-alat di atas adalah merupakan alat pokok untuk membuat Batik Tulis.

2. Bahan 
  • Kain mori, sutera, blacu dan sebagainya
  • malam/lilin
  • pewarna/ Zat pewarna. Baik pewarna alam maupun pearna sintetis.
 

Jumat, 07 September 2012

Kreatifitas Batik


Kreatifitas batik sangatlah tak terbatas, apalagi ketika pesanan membludak. Suatu motif batik tulis yang dilempar ke pasaran kemudian mendapat respon bagus dari pembeli, reseller maupun agen, tentunya akan memaksa pengrajin batik untuk membuatnya dalam jumlah yang lebih banyak. 
 
Batik Pelangi
Proses batik tulis yang membutuhkan waktu relatif lebih lama dari proses pembatikan yang lain, tentunya akan menjadikan pengrajin batik tulis untuk membuat strategi yang lebih efisien dalam proses produksi batik tulisnya, agaro mset bisa terselesaikan sesuai waktu yang telah dipesan oleh konsumen.
Pembuatan batik tulis yang melalui proses penggambaran, japlak, nyanting tulis, pewarnaan, pelorodan serta pemopokan membutuhkan sekurang-kurangnya waktu sebulan. Ini tentunya sangat tidak efisien. Ditambah lagi dengan penawaran harga yang jauh di bawah dari standard harga batik tulis.

Hal inilah yang mendorong terjadinya alih proses batik. Batik tulis dialih proseskan menjadi batik printing tetapi dengan motif sama seperti batik tulis. Proses batik printing)* ini sama seperti batik printing biasa, yaitu diawali dengan pembuatan plangkan batik printing. Gambar di atas merupakan salah satu plangkan yang mempunyai motif batik tulis ikan.

Setelah plangkan dengan motif batik tulis selesai dibuat, selanjutnya dilakukan proses pembatikan printing seperti biasa, yaitu dilakukan penyablonan warna sesuai warna yang diinginkan. Bagi konsumen yang belum paham betul cara membedakan batik printing dan batik tulis, tentunya akan melihat batik ini sebagai batik tulis yang sama. Cara membedakan batik tulis dan batik printing bisa diketahui secara mudah bagi yang sudah terbiasa membeli batik.
Batik printing motif tulis ini biasanya diaplikasikan untuk pesanan seragam batik dalam jumlah yang relatif besar, sehingga bisa menghemat biaya dan waktu. Seorang pedagang batik yang baik dan profesional, baik itu untuk penjualan konvensional (offline) maupun penjualan melalui media internet online, akan mengatakan dan menjelaskan dengan transparan dari proses pembuatan batik itu sendiri, sehingga konsumen tidak dirugikan dan rezeki yang didapatkan oleh pedagang batik tersebut akan halal dan barokah.
)*Tidak akan pernah diproduksi Oleh pengrajin batik Tulis Giriloyo

Kamis, 26 Mei 2011

Motif Ragam Hias Batik Tulis Giriloyo

Kekayaan alam Yogyakarta sangat mempengaruhi terciptanya ragam hias dengan pola-pola yang mengagumkan. Sekalipun ragam hiasnya tercipta dari alat yang sederhana dan proses kerja yang terbatas, namun hasilnya merupakan karya seni yang amat tinggi nilainya. Jadi, kain batik-tulis bukanlah hanya sekedar kain, melainkan telah menjadi suatu bentuk seni yang diangkat dari hasil cipta, rasa dan karsa pembuatnya. Motif-m

Pandemi Covid 19 membuat Batik banyak yang Tertumpuk

Pandemi Covid 19 sangat berdampak pada semua sektor kehidupan. Usaha Batik Tulis oleh sebagian besar masyarakat di Giriloyo, Wukirsari, Imog...

Label

Batik Giriloyo (11) Batik Tulis Giriloyo (9) Batik Tulis (6) Batik Sekar Kedhaton (5) Batik warna alam (4) Batik (3) Giriloyo (3) Warna Alam (3) Alat-alat Batik Tulis (2) Belajar Batik (2) Desa Wisata (2) Jazir Hamid (2) Kampung batik Giriloyo (2) Sentra Batik tulis giriloyo (2) dusun Giriloyo (2) Batik Cap (1) Batik Indonesia (1) Batik Klasik (1) Batik Solo (1) Batik Tradisional (1) Batik tren 2014 (1) Belajar Batik Singkat (1) Belajar Batik Tulis (1) Canting (1) Canting Cap (1) Disperindagkop.Kabupaten Bantul (1) Dusun Wisata Budaya (1) Filosofi Motif (1) Gazebo Batik Tulis Giriloyo (1) Harga Produk Batik (1) Industri Batik (1) Kerajinan Batik (1) Kota Batik Dunia (1) Kreatifitas Batik (1) Kursus Batik (1) Kursus Batik tulis (1) Kursus Pewarnaan Batik (1) Kursus dan Private Batik (1) Membuat Batik Tulis (1) Motif Irian (1) Motif Semen (1) Motif Tambal (1) Naptol.Remasol (1) New normal (1) Paket Wisata Belajar Batik (1) Pelatihan Batik (1) Peragaan Busana (1) Pola Batik (1) Pola Semen (1) Proses Pembuatan BAtik (1) Rahardi Ramlan (1) Sejarah Batik (1) Sentara Batik Tulis Giriloyo (1) Teknik Pewarnaan Usap (1) Truntum (1) Tukar Link (1) Visi Misi (1) Wisata Batik (1) Wukirsari (1) Zat Warna Herbal (1) gazebo batik giriloyo (1) imogiri (1) krisis ekonomi (1) kursus batik warna alam (1) lunlungan (1) mada linggau (1) motif batik (1) motif batik tradisional (1) pewarna batik (1) procion (1) produk batik tulis (1) proses produksi (1) sekar jagad (1) sido mukti (1) sidoasih (1) suket (1) sutera (1) warna colet (1) whyu temurun (1)